MANOKWARI, Imigrasi Manokwari – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari berkomitmen mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata jangka panjang di wilayah Papua Barat. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Kegiatan Koordinasi Teknis (Rakornis) Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Papua Barat Tahun 2026-2045.
Kegiatan krusial yang diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat (DPRP PB) ini berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari diwakili oleh Kepala Seksi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian, Agus Muliyono.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua II DPR Provinsi Papua Barat, Syamsudin Seknun, S.Sos., S.H., M.H., yang ditandai dengan prosesi penabuhan tifa sebagai simbol dimulainya sinergi lintas instansi demi masa depan pariwisata bumi cenderawasih.
Rakornis ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan pariwisata Papua Barat selama dua dekade ke depan. Kehadiran Imigrasi Manokwari dalam forum ini sangat mendasar, terutama dalam memberikan sumbangsih pemikiran dari kacamata fasilitator pembangunan nasional dan pengawasan orang asing, guna memastikan ekosistem pariwisata yang ramah investasi dan wisatawan mancanegara namun tetap aman.
Pertemuan berskala provinsi ini juga dihadiri oleh jajaran pelaksana kebijakan top di Papua Barat. Tampak hadir di antaranya Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., Asisten I Setda Syors Alberth Ortisanz Marani, M.Si. yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, sejumlah pimpinan dan Anggota Dewan, serta perwakilan Pemerintah Daerah dari Kabupaten/Kota se-Papua Barat.
Melalui keterlibatan ini, Kantor Imigrasi Manokwari siap menyelaraskan program kerja keimigrasian khususnya dalam hal pelayanan izin tinggal yang mumpuni bagi wisatawan maupun investor asing agar berjalan beriringan dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Papua Barat 2026-2045 yang tengah digodok. (Humas Imigrasi Manokwari)

