JAKARTA, 13 November 2025 – Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, secara resmi mengumumkan pembentukan 18 Kantor Imigrasi (Kanim) baru di berbagai provinsi di Indonesia. Langkah strategis ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam mendekatkan akses layanan keimigrasian kepada masyarakat, sekaligus memperluas dan memperkuat fungsi pengawasan terhadap lalu lintas orang asing di daerah-daerah yang sedang berkembang pesat.
Pengumuman ini didasarkan pada Keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) melalui Surat Nomor B/1621/M.KT.01/2025 tertanggal 4 November 2025. Dengan penambahan ini, total unit Kanim di Indonesia bertambah menjadi 151.
Perluasan Jangkauan di Daerah Potensial
Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa pembentukan kantor baru ini difokuskan pada wilayah yang memiliki mobilitas Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang tinggi, namun belum memiliki kantor imigrasi terdekat.
"Pembentukan kantor-kantor baru ini adalah komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, cepat, dan merata. Kami memastikan bahwa wilayah yang memiliki kebutuhan signifikan terhadap layanan keimigrasian dapat terakomodasi dengan baik," ujar Yuldi Yusman.
Salah satu kantor yang menjadi sorotan adalah Kantor Imigrasi Kelas I TPI Morowali di Sulawesi Tengah, yang kehadirannya dianggap vital mengingat Morowali merupakan salah satu kawasan industri nikel nasional dengan tingkat mobilisasi tenaga kerja asing yang sangat tinggi. Selain itu, penambahan di Bali (Klungkung dan Tabanan) bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan pariwisata.
Daftar Lengkap 18 Kantor Imigrasi Baru:
Berikut adalah daftar spesifik 18 Kantor Imigrasi yang baru dibentuk, tersebar di delapan provinsi:
| Kelas Kantor | Lokasi | Provinsi | Fokus Wilayah | |||
| Kelas I TPI | Morowali | Sulawesi Tengah | Kawasan Industri | |||
| Kelas I Non TPI | Blora | Jawa Tengah | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas II TPI | Kulon Progo | D.I. Yogyakarta | Daerah Perlintasan/Bandara | |||
| Kelas II Non TPI | Purworejo | Jawa Tengah | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas II Non TPI | Lombok Timur | Nusa Tenggara Barat | Kawasan Pariwisata | |||
| Kelas II Non TPI | Garut | Jawa Barat | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas II Non TPI | Tegal | Jawa Tengah | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas III Non TPI | Bengkulu Utara | Bengkulu | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas III Non TPI | Bantaeng | Sulawesi Selatan | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas III Non TPI | Lubuklinggau | Sumatera Selatan | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas III Non TPI | Bone | Sulawesi Selatan | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas III Non TPI | Pasuruan | Jawa Timur | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas III Non TPI | Pohuwato | Gorontalo | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas III Non TPI | Padang Sidimpuan | Sumatera Utara | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas III Non TPI | Klungkung | Bali | Kawasan Pariwisata | |||
| Kelas III Non TPI | Tabanan | Bali | Kawasan Pariwisata | |||
| Kelas III Non TPI | Tapanuli Utara | Sumatera Utara | Peningkatan Layanan | |||
| Kelas III Non TPI | Mempawah | Kalimantan Barat | Perbatasan/Peningkatan Layanan |
Dengan kehadiran kantor-kantor baru ini, Ditjen Imigrasi meyakini bahwa pemerataan layanan keimigrasian di seluruh Indonesia dapat terwujud, sehingga memperkuat keamanan nasional dan mendukung iklim investasi yang kondusif. Proses operasionalisasi ke-18 kantor baru ini dijadwalkan akan rampung dan dapat melayani masyarakat secara penuh pada kuartal awal tahun depan.

